Acaranya sih sudah cukup jelas di Blog Pak Iim, dari mulai penjabaran Pak Fauzi Rachmanto tentang Open Source serta kisah sukses DetikCom dalam implementasi Open Source di kantor nya yang sampaikan oleh Pak Andry S. Huzain (Deputy GM IT Agrakom), satu hal yang saya tangkap bahwa Implementasi Sistem operasi berbasis open source ini tidak bisa menafikan sistem yang sedang berjalan. Jadi tidak selesai dengan mengganti sistem operasi ke Open source lalu semua msalah selesai.
Di DetikCom sekalipun butuh waktu yang cukup lama untuk sosialisasi dan implementasi sampai mencapai angka persentasi pemakaian Sistem berbasis open sources yang cukup funtastis dan membuahkan Penghargaaan dari Menkominfo.
Menggunakan Sistem Open sources seperti linux misalnya seperti keluar dari zona nyaman yang selama ini menaungi kita. Bagaimana tidak, selama bertahun2 kita terlena dengan pilihan yang sulit ditolak, dari mulai sekolah, kursus tempat kerja hampir semua mengunakan sistem operasi propietary entah itu berlisensi atau bajakan
Semua harus dimulai, seperti saya memulainya sekarang, karena dalam Forum TDA IT kemarin laptop saya jadi “korban” pak Zaidi dalam demo instalasi Linux. Alhasil mulai sabtu kemarin saya mulai menggunakan openSuse di laptop saya dan rencana lusa mau coba Ubuntu. Iso nya udah donlot dari kambing.ui.edu. Sebagian besar kerjaan saya mengunakan Software Image Editing, yang belum sepenuhnya terakomodasi di software Opensources, bisa jadi ini hanya opini saya mengingat jam terbang saya yg masih junior di Opensources atau Anda punya pengalaman lain ?












